Samsung Galaxy Klik Disini

List Samsung GALAXY Note 10.1 Harga dan Spesifikasi

Toyota Yaris Hybrid-R Concept

Toyota Yaris Hybrid-R Concept akan ambil bagian di Frankfurt Motor Show 2013

HARGA MOBIL DAIHATSU AYLA BARU

Kali ini akan membahas tentang harga mobil keluaran terbaru yang terkenal dengan harga sangat termurah...

BMW

Informasi dari harga mobil kali ini adalah daftar harga mobil BMW...

Laptop Thosiba

menampilkan Daftar Harga Laptop Toshiba Core i3 Terbaru ...

Showing posts with label Mobil Murah Ramah Lingkungan. Show all posts
Showing posts with label Mobil Murah Ramah Lingkungan. Show all posts

Wednesday, September 11, 2013

Mau Pesan Toyota Agya? Dari Sekarang Aja.

Antusias masyarakat indonesia sangatlah besar menyambut mobil murah ramah lingkungan, mobil tersebut di rancang oleh salah perusahaan terbesar di dunia yaitu dari produsen otomotif Toyota.

Mobil murah ramah lingkungan yang di gadang-gadang oleh masyarakat akhirnya mempunyai titik terang, terbukti pada tanggal 9 september kemarin telah di adakan launching mobil murah ramah lingkungan yang kedua.

Semenjak terdengar isu akan keluar mobil murah di tahun 2012, banyak sekali masyarakat indonesia berbondong-bondong datang kepameran hanya sekedar bertanya kapada sales "Mas, kapan mobil murah ramah lingkungan keluar?"

Sekarang Ini bukan lah menjadi rahasia umum lagi, mungkin diantara anda sudah banyak tahu tapi tidak menutup kemungkinan juga banyak yang tidak tahu. Oke biar gak bertele-tele Ane kasih tahu mobil murah ramah lingkungan tersebut adalah Toyota Agya.

Agya di banderol dari Rp 99.000.000 sampai 120.750.000 harga tersebut, harga tersebut dari tipe paling rendah sampai paling tinggi. Pasti Anda Penasaran berapa TDPnya, Angsurannya bila kredit?

Ane akan kasih bocoran sedikit tentang angsuran Agya yaitu sebesar 1.5 juta/bulan, pastinya Anda butuh tahu dong TDPnya? Bila Anda penasaran dan ingin lebih tahu lebih lanjut silahkan hubungi no Ane di 0813-1518-1954. Buruan semakin cepat Anda pesan semakin cepat juga mobil berada di tangan Anda.

Monday, September 9, 2013

Tanya Jawab Seputar TOYOTA AGYA Harga dan Warna


Toyota Agya merupakan mobil hemat ramah lingkungan yang telah hadir di indonesia sudah setahun yang lalu. Tapi sampai sekarang masih menjadi kontroversi karena ada beberapa alasan dari intern maupun extern.   saya disini sebenarnya ingin menuliskan hasil diskusi dari teman-teman online. Inilah tanya jawab simak baik-baik.


T: KAPAN TOYOTA AGYA LAUNCHING? 
J: Toyota Agya launching tanggal 9 September 2013

T: APA SAJA TIPE TOYOTA AGYA?  
J: E, G, TRD (dari terendah ke tertinggi) 

T: BERAPA HARGA TOYOTA AGYA?  
J: Harga Toyota Agya belum final, estimasi 80 Jutaan sd 110 Jutaan 

T: APA TOYOTA AGYA ADA VERSI MANUAL & AUTOMATIC?  
J: Toyota Agya ada versi manual & automatic 

T: KALAU SAYA INDEN SEKARANG, KAPAN SAYA DAPAT UNITNYA?  
J: Unit akan dikirim setelah launching, promise delivery Jan-Mar 2013 

T: BERAPA SAYA HARUS BAYAR UNTUK BOOKING FEE TOYOTA AGYA?  
J: Booking Fee Rp. 5 Juta, nantinya akan dijadikan pengurangan DP 

T: APA TOYOTA AGYA SUDAH DILENGKAPI AIRBAG?  
J: Toyota Agya sudah dilengkapi DUAL AIRBAG 

T: APA SAJA WARNA TOYOTA AGYA? 
J: Pilihan warna Toyota Agya: putih, silver, hitam, abu-abu, biru muda & dark blue 

T: KEMANA SAYA BISA PESAN TOYOTA AGYA?   
J: Untuk Pesan Toyota Agya untuk wilayah JABODETABEK silahkan hubungi Teguh 0813-1518-1954


Karena banyaknya pemesanan Toyota Agya sejak dibukanya inden 20 September 2012, maka untuk mempermudah & mempercepat proses pemesanan Toyota Agya, untuk customer di wilayah plat B (Jakarta, Depok, Tangerang), plat F & plat T yang mau pesan Toyota Agya silahkan untuk langsung transfer Booking Fee Rp.5.000.000 ke - Bank BCA 066 307 5788 a/n PT. Anzon Auto Lestari

Setelah transfer, segera konfirmasi ke kami via telpon/sms/email/untuk menyerahkan copy bukti transfer & copy KTPnya, agar kami bisa daftarkan pesanannya. Atau langsung saja email bukti transfer & copy KTPnya ke 
kreditmobilmurah@gmail.com


Untuk Pemesanan & Informasi Lebih Lanjut

Dapat Menghubungi: 

TEGUH

0813-1518-1954

Email: kreditmobilmurah@gmail.com

Tuesday, July 23, 2013

LCGC Masih Kedepankan Kendaraan Irit Bahan Bakar

Kementerian Perindustrian menyatakan mobil murah ramah lingkungan atau "low cost and green car" (LCGC) saat ini masih mengedepankan kendaraan yang irit bahan bakar.

"Saat ini, kita mendifinisikan ramah lingkungan dengan konsumsi bahan bakar 1 liter untuk jarak tempuh 20 kilometer," kata Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian Budi Darmadi di Bandung, Sabtu (13/7) malam.

Budi mengatakan, untuk saat ini, LCGC tersebut masih dikhususkan untuk konsumsi bahan bakar. Namun, untuk ke depannya akan ditambah dengan menurunkan emisi gas buang menjadi di bawah 100 ppm.

"Untuk sekarang, kualitas bahan bakar di Indonesia masih belum merata antara Jawa dan daerah lain. Maka, teknologi tersebut akan diterapkan di kemudian hari," ujar Budi.

Budi menjelaskan bahwa LCGC atau yang juga disebut dengan kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) itu menggunakan motor kapasitas cetus api dengan kapasitas isi silinder 980 cc sampai dengan 1.200 cc.

Adapun motor bakar nyala kompresi (diesel), lanjut Budi, menggunakan kapasitas silinder sampai dengan 1.500 cc yang juga mengonsumsi bahan bakar sebanyak 1 liter untuk jarak tempuh 20 kilometer.

Kementerian Perindustrian sendiri telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 33/M-IND/PER/72013 dan menetapkan harga untuk mobil murah ramah lingkungan (LCGC) sebesar Rp 95 juta per unit.

Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 33/M-IND/PER/72013 mengatur tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energidan Harga Terjangkau tersebut ditandatangani oleh Menteri Perindustrian pada tanggal 1 Juli 2013, dan diundangkan pada tanggal 5 Juli 2013 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Sumber : Antara

Kemenperin: Harga LCGC Rp 95 Juta

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 33/M-IND/PER/72013 dan menetapkan harga untuk mobil murah ramah lingkungan (LCGC) sebesar Rp 95 juta per unit.

"Harga disebutkan Rp 95 juta off the road, berdasarkan lokasi kantor pusat Agen Pemegang Merek," kata Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi di Bandung, Sabtu (13/7).

Budi menjelaskan bahwa besaran harga jual kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) atau yang juga disebut low cost and green car tersebut bisa mengalami kenaikan sebesar 15 persen dan 10 persen apabila menambahkan fitur-fitur tertentu.

"Kenaikan tersebut bisa terjadi apabila menggunakan teknologi transmisi otomatis, dan juga penggunaan teknologi pengamanan penumpang," ujar Budi.

Menurut Budi, apabila kendaraan tersebut menggunakan teknologi transmisi otomatis, harga bisa dinaikkan maksimum sebesar 15 persen, sementara apabila mengadopsi teknologi pengamanan penumpang bisa dinaikkan maksimal 10 persen.

Budi mengatakan bahwa keputusan adanya kenaikan harga sebesar 15 persen dan 10 persen tersebut dikarenakan pihaknya menginginkan penggunaan teknologi yang tidak dibatasi.

"Saat produsen akan memasang teknologi pengamanan penumpang, maka nantinya akan membuka investasi baru untuk komponen tersebut," kata Budi.

Selain itu, lanjut Budi, untuk ke depannya produk-produk tersebut juga ditujukan untuk pasar internasional yang mana membutuhkan fitur-fitur teknologi dan keamanan penumpang yang tinggi.

Budi mengatakan bahwa jumlah komponen lokal yang akan dipergunakan untuk mobil murah ramah lingkungan tersebut sebesar 40 persen dari total sebanyak 105 komponen yang diperlukan untuk membuat kendaraan tersebut.

Sumber : Antara

Jika Lancar, Produksi LCGC 5 Ribu Unit Per Bulan

Agen Pemegang merek Toyota, PT Toyota Astra Motor mengatakan produksi Low Cost Green Car (LCGC) bakal bisa mencapai angka 5.000 unit per bulannya. Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Jhonny Darmawan menjelaskan jika aturannya produksinya sudah diselesaikan oleh pemerintah mobil murah ramah lingkungan akan mencapai produksi stabil pada bulan ke tiganya. "Pada bulan awal mungkin belum sebanyak itu. Nanti pasti" katanya Sabtu, 13 Juli 2013.

Jhonny menjelaskan dalam produksi mobil hijau ini Toyota telah bekerja sama dengan pabrikan Jepang lain, Daihatsu. Kerja sama ini, kata dia, membuat target produksi sebanyak itu tidak terlalu sulit. Dari awal produksi akan terus terjadi peningkatan jumlah hasil prosuksi hingga pada bulan ketiga dan selanjutkan produksi akan stabil. "Setelah izin keluar saya yakin bisa stabil 5.000 unit dari bulan ketiga dan seterusnya," kata dia.

Sebelumnya Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan LCGC akan diproduksi tahun ini. Jumlahnya bisa mencapai 75 ribu unit dengan harga satuan Rp 95 juta. Namun harga itu belum termasuk biaya balik nama, pajak kendaraan bermotor, pajak daerah , dan ongkos angkut. Banyak pihak memprediksi LCGC akan mempengaruhi nilai jual produk mobil lainnya. Meski dibandrol murah, pemerintah mentolerir kenaikan harga sebanyak 15 persen untuk penambahan transmisi otomatis dan 10 persen untuk penambahan fitur keselamatan.

Jhonny berpendapat mobil ramah lingkungan ini akan menjadi favorit baru di dunia otomotif. Muncul dengan harga murah LCGC akan menjadi pilihan banyak pembeli. Menurut dia para pembeli baru, yakni kalangan menengah baru akan memilih mobil ini sebagai pilihan utama. Selain itu, para pemain mobil bekas juga akan milirik LCGC sebagai pilihan yang patut diperhitungkan. "Banyak pihak akan memperhitungkan produk ini," ujarnya.

Namun hingga saat ini Jhonny belum mengetahui kapan produksi akan dimulai. Pasalnya peraturan dan regulasi yang spesifik belum selesai dan sampai pada produsen ini. Belumjelas kapan akan diproduksi ini membuat target penjulan juga belum bisa diperhitungkan. "Saat ini hanya jumlah target produksi itu yang bisa kita sebutkan," ujarnya.

Saat ini, pabrikan asal Jepang seperti Toyota dan Daihatsu menyatakan berminat untuk memproduksi LCGC. Pabrikan Jepang lain seperti Honda mengaku masih mempelajari dan mempertimbangkan produksi ini. Sedangkan perusahaan otomotif negeri sakura lainnya, Subaru mengaku tidak berminat memproduksi LCGC. Mereka menilai produk ini tidak sesuai dengan minat pasar yang mengingankan mobil tangguh berkapasitas besar.

Sumber : Tempo.co

MOBIL MURAH : Pemerintah Sahkan Permen Mobil Murah Ramah Lingkungan

Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya Peraturan Menteri Perindustrian tentang mobil murah dan ramah lingkungan disahkan.

Peraturan Menteri Perindustrian No.33/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau tersebut telah ditandatangani oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat pada 1 Juli 2013 dan disahkan dalam lembaran negara melalui Menteri Hukum dan HAM pada 5 Juli 2013.

“Sudah disahkan, No.33/2013 Permennya,” kata Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin Budi Darmadi di sela-sela acara Forum Komunikasi Pimpinan Kemenperin dengan Dunia Usaha, Sabtu (13/7/2013).

Dalam beleid tersebut disebutkan, besaran harga jual setinggi-tinginya adalah sebesar Rp95 juta berdasarkan lokasi kantor pusat Agen Pemegang Merek. Adapun besaran harga jual setinggi-tinginya adalah sebesar Rp95 juta berdasarkan lokasi kantor pusat Agen Pemegang Merek.

Dengan kata lain, besaran tersebut maksimal harga mobil off the road yang belum termasuk harga penyerahan ke konsumen sebelum pajak daerah, Bea Balik Nama (BBN), dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Besaran harga sebagaimana dimaksud dapat disesuaikan apabila terjadi perubahan-perubahan pada kondisi ekonomi yang dicerminkan melalui besaran inflasi, kurs nilai tukar rupiah dan/atau harga bahan baku.

Kemudian, harga juga disesuaikan jika kendaraan menggunakan teknologi transmisi otomatis dan teknologi pengaman penumpang. Adapun teknologi pengaman penumpang yang akan mendapat kompensasi toleransi harga dintaranya, pemasangan air bag, anti lock break system (ABS), dan limited slip differential. Sedangkan untuk transmisi otomatis seperti sistem otomatis dan double clutch.

Budi juga mengatakan, Permen ini mengenai Low Cost and Green Car (LCGC) yang berkapasitas 1.000 CC-1.200 CC untuk bensin dan kapasitas 1.500 CC untuk diesel.

Budi menjelaskan, setelah Permen diterbitkan, produsen yang ingin memproduksi mobil hijau mengajukan formulir pendaftaran aplikasi Rencana Penggunaan Kendaraan Bermotor untuk diberifikasi oleh verifikator yang ditentukan oleh Kementerian Perindustrian.

Sumber : Solopos.com